Preparing secure stream…
Chapters: 86
Play Count: 34,333
Sinopsis - Meluluhkan Hati Sang Antagonis Episode 77 - Layar Dracin - Anisa Suryani tiba-tiba masuk ke dunia fiksi sebagai karakter antagonis dan harus mencegah Ardi Prakoso berubah menjadi jahat. Dengan ketulusan dan perlindungan, ia perlahan meluluhkan hati Ardi yang penuh kebencian. Tujuh tahun kemudian, mereka bertemu lagi—Ardi telah menjadi Kepala Keluarga Prakoso yang berkuasa. Demi cinta, Anisa memilih bertahan, dan bersama Ardi, mereka menemukan harapan serta kebahagiaan sejati. Selengkapnya dapat anda ikuti alur ceritanya Meluluhkan Hati Sang Antagonis Episode 77
Indah Lestari menggantikan Nona Besar Ayu menikah dengan putra Keluarga Pratama yang koma dua tahun akibat kecelakaan. Meski hidup bagai janda, dia dirawat dengan kasih sayang ibu mertua dan setia menjaga suaminya. Tak disangka, pria yang dianggap takkan bangun itu tiba-tiba sadar kembali dengan kondisi sehat.
Yudha Tantri meninggal mendadak karena begadang membaca novel dan terbangun dalam dunia novel yang sudah dia kenal. Dia terkejut saat menyadari dirinya menjadi tokoh antagonis besar dalam cerita. Untuk menghindari nasib buruk yang telah ditakdirkan dalam cerita, dilenyapkan oleh Protagonis utama, sang Raja Naga Chandra Yeda. Yudha memutuskan untuk berpura-pura dan bertahan hidup hingga akhir. Namun, tidak disangka para tokoh utama wanita dalam cerita bisa mendengar suara hatinya! Bencana besar menantinya!
Rania Pramudita tiba-tiba terjebak dalam dunia novel sebagai karakter antagonis. Demi kembali ke dunia nyata, ia harus mengumpulkan satu triliun. Di hari pernikahan, Rania membantu Fadli, calon bos besar, memanfaatkan pengetahuannya untuk meraih kekayaan. Namun, Fadli ternyata menyimpan rahasia besar dan identitas lain.
Setelah kecelakaan, Dr. Hani dan Nana Mardi bertukar tubuh. Hani terbangun sebagai istri konglomerat yang hidup mewah namun diabaikan suaminya hingga menerima surat cerai. Ibunya yang membutuhkan operasi justru menjadi pembantu. Di tengah konflik cinta dan keluarga, Hani berjuang menghadapi identitas barunya.
Putri Ayu meninggal karena kelelahan dan terbangun di dunia novel sebagai karakter antagonis dan istri Rangga Pratama. Bukannya hidup mewah, ia justru dihadapi pada perusahaan bangkrut dan suami yang berbahaya. Putri Ayu berusaha bertahan tanpa menonjol, tapi perubahan sikapnya membuat Rangga penasaran dan terus mengejarnya.
Orang tua Jeni meninggal waktu dia berumur 6 tahun, sehingga dia masuk panti asuhan. Karena Keluarga Wijaya ada hubungan dengan kematian orang tuanya, Jeni menikah dengan Erik Wijaya, putra kedua Keluarga Wijaya. Setelah melalui berbagai kesalah pahaman, Jeni dan Erik akhirnya saling jatuh cinta.
Setelah kehilangan ibunya dan Grup Melati karena tipu daya keluarga angkat, Rani Melati dijebak masuk penjara oleh ibu tiri dan saudara tirinya. Keluar dari penjara, ia bertemu Aditya dari Keluarga Pratama dan bekerja sama untuk membalas dendam serta mengungkap misteri kematian ibunya.
Rully, anak angkat Keluarga Pratama, lama hidup dalam penindasan. Pada ulang tahun ke-80 Kakek Pratama, ia terlibat hubungan semalam dengan sepupunya, Rizky Pratama, yang baru kembali dari luar negeri. Setelah itu, Suci dikurung oleh keluarganya. Rizky berusaha keras mencari Suci, namun usahanya selalu gagal.
Dalam kisah cinta lintas tiga kehidupan, sang wanita rela berkorban demi melindungi pria yang dicintainya, bahkan harus kehilangan nyawa dua kali. Di kehidupan ketiga, mereka kembali dipertemukan, dan kali ini sang pria berjuang keras demi sang wanita hingga dirinya menua seketika. Cinta mereka akhirnya berbuah manis.
Pada hari pertunangannya, Nayla dijebak oleh adik angkatnya hingga kehilangan kehormatannya, dan secara tak sengaja menghabiskan malam dengan seorang CEO bernama Jevano. Akibatnya, Nayla tidak hanya diputuskan oleh tunangannya, Carlo, tetapi juga diusir dari keluarga Linggar karena dianggap memalukan. Lima tahun kemudian, Nayla kembali dengan empat anak kembar, dan secara tak terduga bertemu lagi dengan Jevano. Namun, keduanya sudah lupa wajah satu sama lain.